Barang Berharga
Siapa yang mau untuk terima barang yang sudah rusak? kalau kita membeli sebuah barang dengan harga yang mahal, kemudia dari barang itu ada yg cacat, apakah kita masih mau membelinya? pengalaman pribadi saya jika saya membeli barang saya akan mengeceknya terlebih dahulu apakah barang itu terdapat cacat atau tidak, jika ada yang cacat saya akan menukarnya dengan yang sempurna. Tapi itulah manusia, yang sering kali hanya bisa menerima sebuah kesempurnaan. Ada sebuah kisah dimana seorang Pria yang sangat kaya yang hobinya adalah mengoleksi Guci, waktu ia sedang berjalan menyusuri jalanan, tidak sengaja ia melihat ada sebua toko yang memajang sebuah guci yang begitu indah yang membuat Ia sangat jatuh cinta, saat itu juga pria ini memutuskan untuk masuk dengan tujuan ingin membeli benda tersebut, setelah dilihat lihat ternyata guci tersebut tidak untuk dijual karna ada bagian yang retak, pemilik toko itu sengaja meletekannya di depan kaca tokonya hanya sebagai pajangan. Namun karna begitu mengingininya pria ini menego pemilik toko untuk dapat membawanya pulang, Ia rela membayar dengan harga normal walaupun itu mahal, setelah dipertimbangkan oleh pemilik toko, akhirnya guci tersebut dilepas dengan harga yang normal. Dengan hati senang pria ini pulang dengan guci yang dibelinya .
Sadarkah kita seperti itulah Tuhan kita, waktu Tuhan mati untuk kita, kondisi kita bukan dalam keadaan yang sempurna, tapi justru dalam kondisi yang penuh dosa yang tidak mungkin bisa selamat tanpa Yesus yang membayar Lunas. Rasakan pengorbanan Tuhan yang mahal itu, kalau bukan karna kita sangat berharga dimatanya, maka Dia tidak akan pernah mau mati untuk kita semua. Untuk itu selama masih ada anugrah untuk hidup kita pakai itu dengan semaksimal mungkin untuk memuliakan Tuhan kita. Thanks Jesus.
Salam,
Diana.


Komentar
Posting Komentar